Langsung ke konten utama

Postingan

Negative Space dalam desain

Negative Space dalam Desain Negative Space disebut juga white space atau breathing space atau ruang bernafas atau ruang kosong. Negative space adalah ruang kosong di antara atau di sekitar unsur-unsur desain. Ruang ini tidak melulu harus putih, yang penting adalah tidak ada tulisan atau gambar apapun, kosong. Negative space diperlukan untuk memberikan jeda pada mata agar mata tidak terlalu lelah melihat desain yang padat dan membosankan. Negative Space dalam desain adalah hal yang sangat penting. Jika ia terlalu banyak, maka akan terlihat kurang menarik. Tapi jika terlalu sedikit, desain akan terlihat penuh dan membingungkan.   Selain itu, negative space juga berguna untuk menciptakan struktur informasi yang rapi dan mudah dibaca, dengan adanya negative space dapat memberi penekanan terhadap informasi mana yang ingin ditonjolkan atau yang ingin disampaikan terlebih dahulu. Aturan umum agar konsep negative space berhasil sebagai penyeimbang komposisi adalah tiadanya elemen-elem...

Prinsip Pergerakan (Movement)

Gerakan mengacu pada cara mata pengguna bergerak melintasi komposisi desain Anda. Desainer terbaik dapat mengontrol elemen mana yang menjadi fokus audien dengan menempatkannya di sepanjang jalur pola gerakan mata yang paling alami. Pola gerakan mata yang alami ada 3 macam: pola F, Z dan kue lapis . Pola F dan Z umumnya pada desain dengan banyak gambar, sedangkan pola kue lapis biasanya pada desain dengan banyak teks.

Prinsip Skala dan Proporsi

Dalam desain, prinsip skala mengacu pada ukuran relatif suatu objek dibandingkan dengan objek yang lainnya.  Skala dalam desain bisa mempengaruhi atau berefek pada arti, suasana dan keseluruhan komposisi. Skala 'bertanggung jawab' untuk membuat visual hierarchy di antara keseluruhan elemen desain. Skala memberi tahu mana elemen yang seharusnya dilihat dan mana elemen yang paling penting dan perlu diperhatikan lebih. Skala bisa juga menciptakan cerita, menggambarkan gerakan dan ritme. Jadi ketika kita membuat objek yang satu lebih besar daripada yang lain, tanyakan pada diri kita "mengapa". Mengapa ini lebih besar daripada yang lain, mengapa itu berada di depan sedangkan lainnya di belakang. Pikirkan dua titik hitam—keduanya berukuran sama. Ini adalah gambar standar yang statis, bukan? Sekarang pikirkan satu titik yang jauh lebih besar dari yang lain. Tiba-tiba, gambar itu mulai bercerita. Apakah titik yang lebih besar lebih penting daripada titik yang lebih kecil? Apa...

Prinsip Tekanan (Emphasis)

Emphasis adalah prinsip desain dengan tujuan untuk menggiring perhatian audiens pada elemen desain tertentu. Elemen tersebut bisa berupa teks, link, tombol, gambar, dan sebagainya.  Author/Copyright holder: Mya Jamila. Copyright terms and licence: CC BY-NC-SA 2.0 Untuk mendapatkan tujuan tersebut kita bisa menggunakan elemen berikut : garis, warna, bentuk, atau tekstur. Selanjutnya, beberapa prinsip desain juga memfasilitasi terjadinya pusat perhatian ini. Di antaranya : keseimbangan, kontras, keselarasan, kedekatan (Proximity), pengulangan dan ruang kosong (White Space).  Untuk menciptakan suatu elemen yang menonjol, harus ada elemen lain yang dikorbankan.  https://www.interaction-design.org/literature/article/emphasis-setting-up-the-focal-point-of-your-design

Prinsip hierarki, keseimbangan dan alignment dalam desain

Ada 11 prinsip dalam desain. Ada juga yang menyebutkan 7, 12 atau di antara keduanya. Yang terpenting bukan angkanya, tapi ketika ia sudah menjadi desain. Kita akan membahas satu per satu. InsyaaAllah.  1. Hierarki Visual hierarki adalah bagian dari desain yang bagus. Jika semua isi halaman/gambar adalah penting, maka yang terlihat adalah tidak ada yang penting. Kita harus memberi tanda secara visual untuk memberi tahu orang apa yang harus diperhatikan pertama, kedua, ketiga, dst. Visual hierarki bisa berupa skala (ukuran) dan atau warna. Untuk hierarki dalam tipografi bisa dibuat berupa perbedaan ukuran, typeface, dan font weights. Intinya adalah membuat elemen yang paling penting menonjol dibandingkan dengan seluruh elemen yang ada. Dalam visual hierarki ada beberapa prinsip yang harus kita ketahui  1. Pola ketika membaca  Penelitian menunjukkan bahwa seseorang memindai sebuah halaman sebelum mereka memutuskan untuk meneruskan membaca atau tidak. Pemindaian tersebut dib...